Rembulan

Aku hanya kelam.
Namun,
bertemu denganmu adalah
terang paling purnama.

Sebab matamu rembulan.

Jakarta, 07 Agustus 2017
N. A. Fadhli

Esok

Rinduku hanyalah detak
yang selalu kemarin
sementara,
kau seumpama senja
yang selalu esok.

Jakarta, 01 Agustus 2017
N. A. Fadhli

Pengumpul Kenangan

(Sumber gambar : sindonews.com)

Di atas tanah ini kami menjadi saksi bisu, tentang sebuah perjuangan dan pengorbanan. Di atas tanah ini, kami menyimpan ribuan tawa dan air mata. Di atas tanah ini pun, kami menyaksikan lahirnya cendekiawan-cendekiawan muda. Dan di atas tanah ini pula, kami kian terabaikan.

Aku telah bersama tanah ini selama puluhan tahun. Lahir dan dipersatukan bersama teman-teman demi menjaga kenyamanan dan ketenangan mereka, para mutiara Nusantara.

Baca lebih lanjut

Tidak Penting, tidak Peduli Seberapa Banyak…

Tidak ada cara paling baik dalam rangka membalas dendam, apalagi dengan membuktikan kepada orang-orang yang meragukan kemampuan kita. Karena memang tidak pernah ada solusi akhir terbaik, dari sebuah balas dendam. Satu-satunya cara adalah dengan memaafkan. Memang, kata MAAF adalah empat huruf yang mewakili ribuan alasan untuk kita, betapa sulitnya memberikan lampu hijau kepada si peminta maaf.

Dibutuhkan sebening perasaan, sesejuk nurani agar dapat memberikan maaf kepada seseorang.

Baca lebih lanjut

Mengalah pada Pesimisme?

Terkadang, dibutuhkan sikap mengalah untuk kalah pada pesimisme. Bukan kalah lalu termakan oleh sifat negatif itu, tetapi meredam dan membiarkannya hanya lewat saja.

Biasanya pemisisme hadir dengan membisikkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki seseorang. Tidak perlu membutuhkan perlawanan keras dalam menghilangkannya. Karena memang tidak bisa hilang. Mereka akan selalu hadir meruntuhkan masa depan seseorang dengan membisikkan setiap kekurangan ┬ádikala tantangan atau ujian muncul –yang fungsinya menaikkan level hidup seseorang–.

Baca lebih lanjut

Duel Abadi : Optimisme vs Pesimisme

Optimisme, adalah salah satu bahan bakar yang unlimited, but like a ghost. Orang-orang besar yang telah mengubah dan mengendalikan dunia, tidak terlepas dari sifat ini. Beberapa diantaranya telah mengikat sifat positif tersebut menjadi sebuah kendaraan dalam mencapai berbagai tujuan. Sikap optimis, merupakan suatu perilaku yang membuat seseorang lebih percaya diri dari perhitungan kemungkinan atau peluang diatas kertas.

Seseorang yang memiliki sifat optimis, sudah berpijak tiga sampai lima langkah dari orang-orang yang masih bimbang dalam mengambil keputusan, disebabkan karena 0,01% keraguan. Sementara para pendekar optimis, lebih dahulu melaju dalam medan perjuangan dan ribuan rintangan. Walaupun mereka tahu, bahwa kesempatan untuk menang sangat kecil, mungkin hanya 1%, atau lebih kecil lagi. Tetapi angka-angka itu merupakan harapan, yang akhirnya membakar saraf-saraf lain hingga lahirlah optimisme.

Baca lebih lanjut

InsyaAllah, Saya akan Berhijrah

Hijrah, aktivitas ini merupakan berpindahnya suatu keadaan. Entah posisi atau domisili, karakter, bisnis, akademik, karir, dan banyak hal lain. Kata kunci dari hijrah adalah perpindahan. Umumnya, ramai orang melakukan hijrah sebab menginginkan suatu perubahan yang positif.

Malam ini, insyaAllah saya akan hijrah. Karena adanya suatu dorongan kuat yang tidak boleh dihentikan lagi. Kali ini harus ditunaikan. Segala perlengkapan, amunisi hijrah, serta diri saya pun sudah mengencangkan sabuk niatan yang kemarin-kemarin selalu saja kendur.

Baca lebih lanjut

Adakalanya Rindu

Adakalanya rindu, selalu taat menunggu. Memeluk penantian demi sebuah perjumpaan. Menunggu yang tidak hanya diam lalu kelu. Tetapi menunggu melalui bait-bait doa paling syahdu. Menunggu bukan sekadar merapikan rindu, tapi menyibukkan diri dengan mengumpulkan benang-benang kebaikan. Sampai suatu saat, rindu itu menjadi tali yang menjulur sejauh apapun bujur. Kemudian pertemuan memadukannya dengan tali lain, hingga membentuk ikatan paling simpul.

Adakalanya memang rindu, selalu taat menunggu.

Bogor, 07 Juli 2017
N. A. Fadhli

Takkan Merugi Memiliki Teman dan Sahabat Seperti Ini

Manusia hakekatnya adalah makhluk sosial. Habluminannas, sebuah perintah langsung dari langit, bersamaan dengan komando untuk ber Habluminallah. Membuat manusia saling terikat dalam hubungan bermasyarakat, termasuk didalamnya berteman.

Memiliki banyak teman merupakan tindakan bijak, apalagi mereka adalah sekumpulan orang baik. Justru, baik buruknya perilaku seseorang atau sekumpulan teman, berpengaruh terhadap pola pikir, kadar antusiasme, juga masa depan kita.

Baca lebih lanjut

Hal-hal Tersulit

Terkadang, terlalu mudah memberikan ratusan motivasi, tausiyah, atau apapun kata bijak kepada ramai orang. Begitu antusias, bersungguh-sungguh bahkan semangat itu enggan padam, dalam rangka menyampaikan dengan retorika terbaik.

Tetapi, sulit rasanya mempraktekkan hal tersebut. Apalagi jika suatu saat seseorang bertanya, “sudahkah anda mempraktekkan seluruh ucapan anda? Seberapa sering menerapkannya dalam hidup anda sendiri?”
Kemudian, berbagai alasan lahir demi mempertahankan harga diri.
Baca lebih lanjut